PENJELASAN MENGAPA ADA MLM BISA BERJALAN TANPA TUTUP POIN

08.17.00

Saya menyarikan status seorang rekan di FB, pelaku sebuah MLM yg kedudukannya sudah cukup tinggi dalam bisnisnya. Status ini dia buat sebetulnya utk mengedukasi downlinenya, tetapi saya rasa cukup berharga buat dishare ke yg lain agar paham trik-trik permainan kata yg sering dilancarkan oleh beberapa MLM yg beroperasi tanpa ijin SIUPL. Saya sudah minta ijin yg punya status utk menyarikan isi dari statusnya supaya tetap netral.

Jadi apaan sih yg disebut Tutup Point itu? Tutup point alias Tupo adalah target pembelanjaan produk yg dijual oleh sebuah MLM agar member bisa mendapatkan bonus penjualan tambahan. Ini beda dengan komisi penjualan, yakni selisih harga yg dibayar oleh member ke perusahaan dengan harga yg dijual ke konsumen. Yg namanya Tupo ini bisa beragam istilahnya. Bisa omzet belanja, bisa sales point, bisa akumulasi penjualan, apapun deh istilahnya, pokoknya volume belanja yg dilakukan oleh member untuk barang-barang yg didistribusikan oleh perusahaan. Tingkatan tuponya juga bisa beda-beda tergantung perusahaan, dengan hitungan sales point yg beda-beda pula. Bahkan beberapa ada yg pakai mata uang asing, walaupung sebetulnya agak aneh aja pakai mata uang asing. Intinya ada nilai penjualan yg dikonversikan utk mengitung jumlah barang yg dijual oleh distributor ke membernya. Contohnya kalau Amway istilahnya PV (Point Value), kalau Oriflame istilahnya BP, kalau di Tiens ada istilah PS (personal sales), dan entah apa lagi di MLM lainnya. Jangka kadaluarsa tupo ini pun beragam, ada yg setiap bulan, ada yg kadaluarsa dalam waktu 60 hari dan sebagainya. Tetapi intinya sama, ada sejumlah uang yg harus dibelanjakan dalam bentuk produk kalau mau mendapat bonus tambahan di luar selisih harga penjualan produk. Biasanya bonus seperti ini akan dibayarkan langsung tanpa dipotong biaya apapun selain pajak negara.

Apakah Tupo itu wajib? Kalau memang mau membangun bisnis MLM, hitungannya wajib, karena ini adalah tolok ukur kinerja anda sebagai pebisnis MLM. Jadi ibaratnya kayak performance indicator lah kalau di kantor atau job specification kalau utk kerjaan proyek. Masuk kantor secara teratur, absen penuh, kagak bolong-bolong, anda dapat gaji penuh dgn tunjangan. Kalau kebanyakan bolos, tunjangannya dipotong jadi gajinya nggak penuh. Proyek selesai dengan baik sesuai spesifikasi lalu dibayar penuh. Kerjaan nggak selesai, atau nggak sesuai sepsifikasi, nggak dibayar.

Lalu sekarang beredar promosi beberapa MLM yg gembar gembor tanpa tupo, cukup promosi, testi lewat FB, twitter atau boradcadt BBM, bisa dikerjakan bahkan sambil nyuci piring dan gak usah dandan cantik utk ketemu orang, dan bonus dibayar harian, tanpa keharusan jualan barang. Apa memang benar begitu?

Pas ditanyakan, ternyata ada yg disebut Cadangan Belanja. Lha, ini apa ya?
Jadi ternyata, bonus yg yg dibayarkan itu TIDAK DIBAYARKAN FULL melainkan DIPOTONG 20% untuk cadangan belanja bulan depannya, tidak peduli apakah kita sebenarnya mau belanja produk itu atau tidak. Dan potongan ini hanya akan cair dalam bentuk produk kalau nilainya sudah sama dengan nilai sebuah produk mereka, kurang lebih 1 jutaan. Kalau produk nggak dipakai, bisa dijual ke orang lain asalkan nggak di bawah harga penjualan normal alias tidak cut price atau diskon gede-gedean.

Jadi, misalkan bonus hari ini 1 juta, yang diterima cuma 800 ribu, yang 200 ribu DISIMPEN perusahaan sampai nilainya jadi 1 juta. Besok rekrut dan dapat bonus rekrut, dipotong lagi 20%, begitu seterusnya sampai 1 juta. 1 juta nya ini diganti jadi barang. Artinya, belanjaan bulan depan udah DIBAYAR DULUAN bulan ini dari bonus kamu. Maka mau tidak mau ada BELANJA BULANAN dengan cara potong bonus setiap bulannya, walaupun belum tentu butuh barang tersebut, walaupun belum tentu minat jual bulan depan. Ini artinya perusahan pinter, gak pakai istilah tupo, tapi pakai istilah BELANJA BULANAN.

Berarti, sistem belanja bulanan otomatis ini yg namanya tupo, dan malah jadinya pemaksaan, karena SEMUA MEMBER HARUS BELI BARANG SESUAI OMZET YG DITETAPKAN PERUSAHAAN, TANPA TERKECUALI.

Apa yg terjadi kalau misalnya member tidak melakukan perekrutan, cuma mau pakai produk saja? Maka, BONUS TIDAK DIDAPATKAN. Artinya, member harus bisa menjual barang yg didapat dari potongan bonus sebelumnya kalau mau mendapatkan uang hasil bonus mereka.

Jadi kesimpulannya, bener nggak tidak ada tupo? Memang TIDAK ADA TUPO TETAPI ADA WAJIB BELANJA PRODUK MINIMAL PER BULAN. Sama saja kan, buntutnya? Harus ada belanja produk dengan nilai tertentu? Apakah ini disebutkan dalam promosi dan testinya? Ternyata tidak tuh, promosinya hanya goyang jempol dapat bonus harian tanpa tutup point. Gak ada yg bilang dapat bonus dengan potongan belanja wajib 20% yg hanya bisa cair kalau omzet belanjanya dipenuhi.

Apakah para member MLM tanpa tutup poin ini berani mengungkapkan tentang kewajiban belanja minimal ini kepada orang yg mereka prospek?

Saya mengundang mereka yg pernah diprospek dengan tawaran MLM tanpa tupo untuk berbagi apakah mereka juga dijelaskan ttg sistem belanja wajib yg otomatis dipotong dari bonus yg dibayarkan saat diprospek, ataukah baru tahu pas sudah bergabung. Silakan yg mau sharing, ya! Ingat, sharing, bukan berdebat.

You Might Also Like

0 komentar

Ad Banner